Selasa, 04 September 2018

Pendidikan Karakter


Judul buku           : Dimensi-dimensi Pendidikan Karakter
Penulis                 : Saptono, M.Pd
Penerbit               : Erlangga
Tahun Terbit       : 2011
Tebal                    : 216 halaman

Sinapsis
Saptono, M.Pd bekerja sebagai seorang praktisi pendidikan yang sudah sejak lama menggeluti dunia kepenulisan. Salah satu karyanya berasal dari pengalamannya yang menarik tentang pendidikan karakter. Ditengah mengemukanya wacana pendidikan karakter di lingkungan sekolah dan semakin banyaknya referensi yang berisi konsep serta teorinya, buku ini adalah jawaban dari cara bagaimana penerapan pendidikan karater di lingkungan sekolah. Menjelaskan tentang langakah-langkah efektif untuk membangun karakter yang lemah di kalangan pelajar. Seorang sejarawan Arnold Toynbee berkesimpulan bahwa kehancuran sebuah peradaban disebabkan bukan oleh penaklukan dari luar, melainkan karena pembusukan moral dari dalam. Hal ini berkaitan dengan karakter, karena karakter menentukan perjalanan sebuah bangsa. Karakter manusia yang kuat akan membuat sebuah bangsa maju dan berkembang pesat. Sedangkan karakter yang lemah akan membawa kehancuran bangsa itu sendiri.
 Karakter suatu bangsa lebih tinggi nilainya daripada intelektualitas, dengan adanya karakter maka bangsa itu akan mampu bertahan, berjuang dan mengatasi segala tekanan dari luar. Karakter sudah ada sejak kita lahir sebagai anugrah dari Tuhan dan ada yang terbentuk karena proses seseorang dalam mengatasi suatu hal. Karakter dapat diubah dan dikembangkan mutunya, tapi bisa pula ditelantarkan sehingga tidak ada peningkatan mutu atau bakan menurun. Buku ini membedah aspek-aspek pendidikan karakter yang selama ini hanya menjadi wacana. Buku ini membantu Anda untuk menemukan solusi mengatasi ‘karakter lemah’ bangsa ini dan juga menjelaskan konsep pendidikan karakter yang dapat dilakukan di lembaga pendidikan.
Adapun kelebihan dari buku ini adalah sebagimana dikemukakan di atas, yaitu menjelaskan langkah efektif dan strategi untuk mengembangkan pendidikan karakter di lembaga pendidikan. Buku ini dapat dibaca oleh semua kalangan dan tidak sulit untuk dipahami karena penulis menggunakan bahasa yang sederhana, jelas dan terarah pada setiap pembahasaannya. Mengenai kelemahan dari buku ini adalah penjelasan terkait teori tentang pendidikan karakter masih kurang. Selain itu dalam buku ini tidak semua contoh dapat diterapakn di lingkungan sekolah, karena ada beberapa sekolah yang tidak dapat menerapakan strategi dari contoh yang berada di buku. Meskipun demikian, buku ini sangat layak untuk beredar di seluruh Indonesia, cocok bagi guru dan praktisi pendidikan yang memiliki tugas dalam membangun karakter pelajar untuk membaca buku ini sebagai referansi tambahan.



Sabtu, 01 September 2018

Membangun Karakter Diri





                Di era saat ini karakter sangat menentukan keberhasilan suatu negara. Memiliki karakter yang kuat dan tangguh menjadikan sebuah negara semakin berkembang pesat dan maju. Contohnya negara Cina, Brazil, Rusia dll. Mereka senantiasa berupaya menyempurnakan diri, meskipun menghadapi tekanan dari luar dan godaan dari dalam. Sebaliknya negara yang karakternya lemah semakin terpuruk dengan keadaan dunia saat ini, misalnya Yunani kontemporer serta sejumlah negara di Afrika dan Asia. Karena, karakter membuat orang bertahan, berjuang dan mampu mengatasi segala keadaan yang kian rumit.
Pada saat ini pemerinta Indonesia lebih mengutamakan hal-hal fisik, seperti pembangunan gedung bertingkat, jalan, tol, pusat-pusat perbelanjaan, pemukiman mahal  di seluruh penjuru negri. Akaibatnya kita bisa rasakan sendiri. Bagaimana keadaan moral bangsa ini ? Dimana kerusakan moral sudah pada tahap sangat memprihatinkan yang terjadi hampir di semua lini, baik di birokrasi pemerintahan, aparat penegak hukum, masyarakat umum, bahakan anak-anak remaja. Jika ini di biarkan terus menerus, perlahan tapi pasti negara ini akan hancur. Karena itu, saatnya kita berupaya membangun karakter yang kuat pada generasi sekarang dengan sungguh-sungguh.
  Pendidikan harus kita fungsikan sebagaimana mestinya, sebagai sarana terbaik untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter. Ada beberapa alasan mengapa sekolah menjadi tempat terbaik bagi pendidikan karakter. Salah satunya membentuk anak didik agar berkarakter tangguh bukan sekedar tugas tambahan guru, melainkan tanggungjawab yang melekat pada perannya sebagai seorang guru. Pendidikan karakter merupakan upaya untuk mengembangkan karakter yang baik berlandaskan norma dan nilai yang berlaku. Di dunia pendidikan cenderung memahami karakter secara realistis, utuh dan optimis. Sehingga proses belajar terarah dan dapat membentuk diri sedemikian rupa untuk memiliki karakter yang kuat dan tangguh. Di harapkan dengan adanya pendidikan karakter ini akan melahirkan generasi hebat untuk kejayaan bangsa ini di masa depan. Generasi berkarakter kuat untuk membangun Indonesia menjadi negara yang di akui dunia. 

Buku :
Saptono. 2011. Dimensi-dimensi Pendidikan Karakter (hlm.15-25). Jakarta : Erlangga