Just Do It
Melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi merupakan cita-cita banyak orang.
Seseorang yang berpendidikan tinggi tentunya tidak di pandang sebelah mata oleh
masyarakat. Apalagi di Indonesia, banyak perguruan tinggi yang sudah di akui
kwalitas pendidikannya baik di tingkat nasioanal, regional, bahkan
internasional. Berbagai macam jurusan tersedia di setiap perguruan tinggi, baik
negeri maupun swasta. Menjadi seorang sarjana artinya harus siap berkonstribusi
untuk membangun dan menyejahterakan kehidupan masyarakat Indonesia. Namun,
tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mewujudkan impian itu. Banyak hal
yang menjadi penghambat diantaranya, ketika keadaan ekonomi yang menjadi
penghalang, ketika jarak yang menyulitkan, ketika kesempatan tak kunjung
datang, dan ketika hati di penuhi keraguan. Pasrah, itulah pilihan sebagian
orang yang tak berani berjuang. Mereka memilih bekerja menjadi buruh di
perusahaan bahkan menikah di usiannya yang masih muda.
Sedangkan mereka yang berani,
berjuang mati-matian untuk mendapat kesempatan di bangku perkuliahan. Berbagai cara
dan jalan mereka tempuh. Jalan itu tidak selalu mulus, banyak halarintang yang
menghadang. Gagal adalah salah satunya. Sedih, kecewa, marah itu yang
dirasakan. Walaupun gagal berkali-kali, tetap saja mereka terus mencoba. Pada akhirnya
kesempatan itu tiba. Itulah mereka yang memiliki niat dan tekad yang kuat dalam
setiap langkahnya. Lalu apakah setelah kita berhasil masuk ke perguruan tinggi
dengan mengalahkan ratusan bahkan ribuan peserta lainnya perjuangan kita sudah
selesai ? Tentunya belum, justru ini adalah awal dari proses perjuangan kita
yang sesungguhnya. Ada tanggung jawab selama 4 tahun untuk menyelesaikan studi
kita di perguruan tinggi agar mendapatkan gelar sarjana. Berbagai macam
tuntutan dan tugas kita sebagai seoarang mahasiswa harus kita lakasanakn dengan
baik. Tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik saja tetapi, seorang
mahasiswa juga harus mengembangkan potensi dirinya dengan mengikuti organisasi.
Beroraganisasi melatih kita menjadi pribadi yang lebih baik serta menumbuhkan
jiwa kepemimpinan kita. Sayangnya, kita sulit membagi waktu antara kuliah dan
berorganisasi.
Terkadang itu semua membuat kita lelah bahkan ingin
berhenti dan menyerah. Ingatlah bahwa tujuan kita kuliah bukan untuk mengeluh. Ingatlah
bagaimana kita sudah berjuang samapai titik ini? Lihatlah wajah penuh harap
keluarga kita, terutama bapak dan ibu kita! Dengarlah jeritan serta tangisan
orang-orang yang masih gagal di luar sana! Bersyukurlah kita diberikan
kesempatan merasakan ini semua. Yakinlah suatu hari nanti ada hasil yang kita
peroleh dari perjuangan kita. Hari dimana air mata bukan lagi tanda kesedihan,
tetapi sebagai tanda kebahagiaan. Tetaplah semangat dan jadilah mahasiswa yang
tangguh agar tak mudah runtuh.