Kamis, 30 Agustus 2018

Just Do It

Just Do It


                Melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi merupakan cita-cita banyak orang. Seseorang yang berpendidikan tinggi tentunya tidak di pandang sebelah mata oleh masyarakat. Apalagi di Indonesia, banyak perguruan tinggi yang sudah di akui kwalitas pendidikannya baik di tingkat nasioanal, regional, bahkan internasional. Berbagai macam jurusan tersedia di setiap perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Menjadi seorang sarjana artinya harus siap berkonstribusi untuk membangun dan menyejahterakan kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mewujudkan impian itu. Banyak hal yang menjadi penghambat diantaranya, ketika keadaan ekonomi yang menjadi penghalang, ketika jarak yang menyulitkan, ketika kesempatan tak kunjung datang, dan ketika hati di penuhi keraguan. Pasrah, itulah pilihan sebagian orang yang tak berani berjuang. Mereka memilih bekerja menjadi buruh di perusahaan bahkan menikah di usiannya yang masih muda.
            Sedangkan mereka yang berani, berjuang mati-matian untuk mendapat kesempatan di bangku perkuliahan. Berbagai cara dan jalan mereka tempuh. Jalan itu tidak selalu mulus, banyak halarintang yang menghadang. Gagal adalah salah satunya. Sedih, kecewa, marah itu yang dirasakan. Walaupun gagal berkali-kali, tetap saja mereka terus mencoba. Pada akhirnya kesempatan itu tiba. Itulah mereka yang memiliki niat dan tekad yang kuat dalam setiap langkahnya. Lalu apakah setelah kita berhasil masuk ke perguruan tinggi dengan mengalahkan ratusan bahkan ribuan peserta lainnya perjuangan kita sudah selesai ? Tentunya belum, justru ini adalah awal dari proses perjuangan kita yang sesungguhnya. Ada tanggung jawab selama 4 tahun untuk menyelesaikan studi kita di perguruan tinggi agar mendapatkan gelar sarjana. Berbagai macam tuntutan dan tugas kita sebagai seoarang mahasiswa harus kita lakasanakn dengan baik. Tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik saja tetapi, seorang mahasiswa juga harus mengembangkan potensi dirinya dengan mengikuti organisasi. Beroraganisasi melatih kita menjadi pribadi yang lebih baik serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan kita. Sayangnya, kita sulit membagi waktu antara kuliah dan berorganisasi.
            Terkadang itu semua membuat kita lelah bahkan ingin berhenti dan menyerah. Ingatlah bahwa tujuan kita kuliah bukan untuk mengeluh. Ingatlah bagaimana kita sudah berjuang samapai titik ini? Lihatlah wajah penuh harap keluarga kita, terutama bapak dan ibu kita! Dengarlah jeritan serta tangisan orang-orang yang masih gagal di luar sana! Bersyukurlah kita diberikan kesempatan merasakan ini semua. Yakinlah suatu hari nanti ada hasil yang kita peroleh dari perjuangan kita. Hari dimana air mata bukan lagi tanda kesedihan, tetapi sebagai tanda kebahagiaan. Tetaplah semangat dan jadilah mahasiswa yang tangguh agar tak mudah runtuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar